Radith Giantiano, Generasi Muda NTT yang Peduli Perubahan Iklim

Radith Giantiano merupakan generasi muda di Nusa Tenggara Timur yang peduli dampak perubahan iklim. Radith mengangkut sampah pantai, sejak tahun 2012, sendirian. Bahkan, dia juga memungut sampah yang berserakan di jalan raya. Saat menyelam, dia kerap mengambil sampah yang tersangkut di terumbu karang. Radith dan komunitasnya melakukan transplantasi terumbu karang, baik karena Badai Siklon Seroja maupun coral…

Apa Dampak Perubahan Iklim Bagi Nelayan NTT?

NTT merupakan wilayah kepulauan, terdiri 1.192 pulau yang 432 pulau sudah memiliki nama. Sebanyak 42 pulau telah dihuni dan 1.150 pulau tidak dihuni. Dari pulau yang sudah diberi nama itu terdapat 4 pulau besar yaitu Flores, Sumba, Timor dan Alor [Flobamora]. Dampak perubahan iklim menyebabkan nelayan di NTT tidak bisa memprediksi cuaca. Kadang, di pesisir…

Perubahan Iklim, Antara Aksi dan Adaptasi Masyarakat NTT

Program Voices for Just Climate Action [VCA] fokus mendorong peningkatan kapasitas dan pembelajaran masyarakat sipil dan berbagai kelompok marjinal. Terutama, mereka yang paling terdampak perubahan iklim, agar memiliki ruang sipil yang inklusif. Diharapkan, mereka dapat berperan sebagai inovator, fasilitator, advokator, dan mitra strategis para pemangku kepentingan. Sehingga, transisi iklim berkeadilan bersama dapat direalisasikan. Pemerintah Provinsi NTT…

Muhammad Mansur, Agen Aksi Perubahan Iklim

Muhammad Mansur Dokeng dijuluki sebagai dewa. Nelayan itu berulang kali lolos dari musibah tenggelamnya kapal. Ia juga jadi penyelamat bagi ratusan jiwa warga pesisir sebelum datangnya badai Seroja. Tak terhitung berapa banyak ia mengarungi Samudra Hindia, hanyut, ditangkap otoritas Australia, dipenjara, belajar, lalu dideportasi. Berulang kali pula ia tenggelam, bahkan pernah keluarga menggelar tahlilan kematiannya.…

Siasat Bertahan Kala Iklim Berubah

Berbagai siasat dilakukan untuk bertahan di tengah iklim yang berubah. Masyarakat diingatkan agar bergerak lewat berbagai aksi. Muhammad Mansur Dokeng (40) membuka layanan informasi Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) pada monitor di pos komando kampung nelayan. Seketika juga pada layar itu muncul peta wilayah serta simbol ikan di sejumlah titik perairan. Artikel ini telah…

Mariam Badaruddin, Perempuan Nelayan Setengah Abad

  Sudah setengah abad Mariam Badaruddin menjadi perempuan nelayan. Ia tangguh menerjang ombak dan tangguh memperjuangkan nasib perempuan di sekitarnya. Sekuat tenaga, Mariam Badaruddin mendayung perahu dari teluk memasuki muara, menembus kolong jembatan, lalu menepi di pinggir sungai. Sejurus kemudian, ia turun dari perahu sambil menjinjing seember ikan. Melaut jadi jalan hidup yang ia lakoni…

Sebuah Pesta untuk Kampanye Perubahan Iklim

Masih banyak masyarakat yang belum memahami dampak perubahan iklim. Pesta raya digelar untuk mengkampanyekan solusi-solusi yang bisa dijalankan di tingkat lokal. JAKARTA – Isu perubahan iklim telah menjadi kepentingan global. Aksi nyata untuk mengendalikan perubahan iklim tak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Peran tersebut harus melibatkan setiap orang, termasuk generasi muda. Namun cara pandang dan…

Penjaga Warisan Tanah Merah

Deru mesin ketinting sayup-sayup terdengar di kejauhan, pada Selasa lalu, di pantai Kampung Oebelo Kecil, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Suara perahu kecil bermesin tempel itu semakin mendekat meski wujudnya belum tampak. Dalam hitungan menit, barulah perahu-perahu kecil itu terlihat. Muncul beriringan, satu per satu, dari balik rimbunnya mangrove. Artikel…

Keteguhan Mariam, Perempuan Lansia yang Melaut demi 8 Anaknya

Dengan gergaji, Mariam Badaruddin memotong kayu untuk menambal perahunya yang bocor di pesisir Kelurahan Air Mata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (15/11/2022). Artikel ini telah tayang di kompas.id dengan judul “Keteguhan Mariam, Perempuan Lansia yang Melaut demi 8 Anaknya”, Klik untuk baca: www.kompas.id

Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di NTT Berdampak Positif

KUPANG, KOMPAS — Gencarnya upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim di Nusa Tenggara Timur mulai memberi hasil positif. Gerakan itu diharapkan terus meluas di kalangan generasi muda. Di sisi lain, pemerintah diingatkan tidak lagi memperparah kerusakan lingkungan atas nama pembangunan. Aksi mitigasi dan adaptasi itu kini disuarakan lewat Festival Budaya Lokal NTT bertajuk…