Mengenal Virtual Power Plant, Energi Terbarukan 4.0

Penulis: Kevin Alexander, Periset Koaksi Indonesia Editor: Yessi Febrianty Energi terbarukan adalah energi yang bersumber dari dan tergantung pada alam. Pembangkit listrik tenaga surya bergantung pada intensitas cahaya matahari yang bisa menurun saat sore, malam, atau cuaca berawan tebal. Tenaga angin pun memiliki dependensi pada kecepatan angin yang berfluktuasi sesuai cuaca dan iklim, sama halnya…

Apakah Panel Surya Dapat Tetap Bekerja Saat Hujan ataupun Mendung?

Penulis: Muhammad Ridwan Arif, Knowledge Management Coordinator, Koaksi Indonesia Editor: Gabriela Claudia Kalalo Panel surya merupakan komponen utama dalam instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Secara sederhana, komponen ini mengonversi energi matahari menjadi energi listrik dan mengalirkannya ke rumah kita, sehingga alat elektronik yang berada di rumah kita dapat kita gunakan dengan semestinya. Namun bagaimana…

(Akhirnya) Jakarta Melarang Kantong Plastik Sekali Pakai!

Penulis: Kevin Alexander, Periset Koaksi Indonesia Editor: Yessi Febrianty dan Gabriela Claudia Kalalo Plastik, yang merupakan produk turunan bahan bakar fosil, dapat menimbulkan banyak masalah sepanjang masa pakainya, terutama jika tanpa pengelolaan yang baik. Banjir besar yang dialami kota Jakarta hampir setiap tahunnya tidak lepas dari kenyataan bahwa sungai-sungai dan saluran air di Jakarta tersumbat…

Terbarukan.id: Upaya Mengawal Biodiesel Berkelanjutan

Ada yang berbeda dari diskusi publik yang diselenggarakan Koaksi Indonesia pada 12 Desember 2019 lalu. Dalam forum bulanan Ruang Aksi ke-18 yang bertempat di Gowork Rajawali, Jakarta, Koaksi Indonesia bersama akademisi dan organisasi masyarakat sipil, seperti Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat, Universitas Indonesia (LPEM UI), Traction Energy Asia, Auriga Nusantara, dan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS)…

Kolaborasi Menjawab Tantangan Industri Biodiesel yang Lebih Berkelanjutan

Jakarta, 11 Desember 2019: Koaksi Indonesia menyelenggarakan diskusi interaktif multipihak dengan topik ‘Kolaborasi Menjawab Tantangan Industri Biodiesel yang Lebih Berkelanjutan’ dengan mengundang enam puluh tujuh institusi dan organisasi yang terlibat dalam industri biodiesel di Indonesia. Koaksi Indonesia memandang perlu untuk mengajak para pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjawab tantangan dalam industri biodiesel Indonesia agar menjadi lebih…

Menggagas Kolaborasi dari Berbagai Sisi

Program biodiesel Indonesia diluncurkan pada tahun 2006 melalui Perpres nomor 5 tahun 2006 untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar diesel, memanfaatkan industri sawit yang sangat besar, meningkatkan bauran energi terbarukan, serta meningkatkan hilirisasi produk sawit. Sebagai produsen crude palm oil atau CPO terbesar di dunia, dengan nilai produksi mencapai 37,8 juta metrik ton pada…

Produktivitas Lahan Sawit Indonesia dan Malaysia: perbandingan dan faktor utama yang perlu diselesaikan

Penulis: Adhi Triatmojo Presiden Joko Widodo menargetkan program B30 yang akan berlaku pada awal tahun 2020. Dengan adanya kebijakan ini, Indonesia akan menjadi negara pionir dalam pencampuran bahan bakar nabati terbesar ke dalam diesel untuk konsumsi dalam negeri. Malaysia juga akan menyusul Indonesia dengan program mandatori B20 pada tahun 2020. Hal yang tidak kalah menarik…

Sekilas tentang Bioenergi: Proses Produksi Biodiesel di Indonesia

Penulis: Ridwan Arif (Knowledge Management Coordinator, Koaksi Indonesia) Produk biodiesel yang ada di Indonesia merupakan produk campuran antara biodiesel murni dengan minyak solar, komposisi campuran biodiesel telah diulas pada artikel sebelumnya yang berjudul “Mengenal Lebih Dekat tentang B30”. Artikel ini akan membahas lebih mendalam mengenai produk biodiesel murni itu sendiri, baik dari proses pembuatan, bahan…

Energi Baru Terbarukan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 : Optimis atau Surealis?

Penulis: Adhi Triatmojo Pada tahun 2020, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menargetkan total pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) sebesar 14,5 GW. Target ini berbeda dengan target Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menargetkan sebesar 16,1 GW. Perbedaan target ini perlu menjadi pertanyaan publik, bagaimana bisa target nasional tidak sinkron? Apa yang menjadi…

Melestarikan Hutan, Mengembangkan Energi Terbarukan

Banyak yang tidak menyadari bahwa dari sekian banyak manfaat hutan, salah satu yang paling esensial adalah sebagai penyuplai energi terbarukan yang bersih bagi kehidupan di bumi. Energi terbarukan merupakan jenis energi dari sumber daya alam yang pada hakikatnya tidak akan pernah habis dan mampu terisi kembali melalui proses alami dalam kurun waktu yang pendek dibandingkan dengan masa hidup manusia. Terdapat beberapa jenis sumber energi terbarukan yang bisa dikembangkan di Indonesia, antara lain surya (solar), air (hydro), angin (wind), panas bumi (geothermal), bioenergi (biomassa), serta gelombang laut (ocean or marine energy).