Terkait ISPO, Apa yang Berbeda dari Permentan 11/2015 dengan Perpres 44/2020?

Penulis: Ridwan Arif, Knowledge Management/Coaction Indonesia Editor: Yessi Febrianty/Coaction Indonesia Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) adalah sistem sertifikasi yang diberlakukan untuk perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Sistem sertifikasi ISPO pertama kali diundang-undangkan pada tahun 2011 melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19/Permentan/OT.140/3/2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil/ISPO) atau Permentan 19/2011.…

Benarkah Iklim dan Perubahannya Berperan Penting dalam Pandemi COVID-19?

Penulis: Adhi Triatmojo, Periset/Coaction Indonesia dan Gabriela Claudia Kalalo, Koordinator Komunikasi/Coaction Indonesia Akhir Maret 2019 lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis hasil kajiannya bersama 11 doktor dan guru besar Universitas Gadjah Mada dan menemukan sebuah hipotesis bahwa kondisi cuaca dan iklim memengaruhi penyebaran Novel Corona Virus Disease (COVID-19). Hasil sementara penelitian ini juga…

Kisah Patriot Energi I: Pendampingan di desa Longgosipi, Sulawesi Tenggara

Penulis: Ridwan Arif, Alumni Patriot Energi angkatan II, tahun 2016 Editor: Yessi Febrianty/Coaction Indonesia Perkenalkan nama saya Ridwan, saya ingin berbagi cerita tentang pengalaman saya sewaktu ditugaskan menjadi Patriot Energi Angkatan kedua, tahun 2016. Patriot Energi adalah sebuah program yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) Republik Indonesia dengan tujuan percepatan elektrifikasi di…

Belajar dari Semesta untuk Alam Indonesia

Pada akhir Januari 2020 lalu, sebuah film dokumenter yang apik berjudul Semes7a (dibaca Semesta) tayang secara terbatas di berbagai bioskop tanah air. Sejauh ini, Semesta berhasil dinominasikan sebagai Film Dokumenter Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2018, diputar di Suncine International Environmental Film Festival di Barcelona, Spanyol, pada November 2019, dan juga diputar di Konferensi…

Perempuan dalam Transisi Energi

Penulis: Yessi Febrianty, Coaction Indonesia Sektor energi seringkali dianggap sebagai ‘wilayah laki-laki’. Jarang sekali peran perempuan muncul dan mendapat sorotan sebagai aktor dalam sektor energi, terutama di Indonesia. Padahal, perempuan memiliki peran yang sama strategisnya dengan laki-laki dalam pengembangan energi terbarukan. Perempuan bahkan memegang peranan kunci sebagai agen perubahan (agent of change) dalam perubahan perilaku…

Suara Orang Muda untuk Mitigasi Krisis Iklim

Selain gelaran COP 25 di Madrid yang dilaksanakan Desember 2019, terdapat UN Youth Climate Summit yang telah diselenggarakan sebelumnya yang membahas peran anak muda menyikapi krisis iklim pada September 2019 di New York. Elok Faiqotul Mutia, Direktur Eksekutif Enter Nusantara yang berkesempatan hadir di acara UN Youth menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya youth leaders dari…

Pesan dari Madrid untuk Masa Depan Penurunan Emisi di Indonesia

Desember 2019 lalu, Indonesia mengirimkan delegasi untuk memperjuangkan kepentingan dan menunjukkan aksi serta capaian dalam Konferensi Perubahan Iklim atau Conference of Parties (COP) 25 di Madrid, Spanyol. Jalur negosiasi yang diperjuangkan delegasi Indonesia di konferensi ini membahas implementasi dari Paris Agreement (COP 21). Sebelumnya, pada COP 21 di Paris tahun 2015 lalu, Indonesia melalui Presiden…

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari India dalam Mendorong Energi Terbarukan?

Penulis: Kevin Alexander, Periset Koaksi Indonesia Editor: Yessi Febrianty dan Gabriela Claudia Kalalo Tidak hanya dari besarnya pengaruh industri Bollywood dan kecintaannya terhadap makanan penuh rempah, Indonesia dan India masih memiliki memiliki banyak kesamaan. Dua negara yang memiliki populasi yang masif dengan pertumbuhan yang juga tinggi1 ini memiliki ambisi yang tinggi dalam mengembangkan energi terbarukan…

Mengenal Virtual Power Plant, Energi Terbarukan 4.0

Penulis: Kevin Alexander, Periset Koaksi Indonesia Editor: Yessi Febrianty Energi terbarukan adalah energi yang bersumber dari dan tergantung pada alam. Pembangkit listrik tenaga surya bergantung pada intensitas cahaya matahari yang bisa menurun saat sore, malam, atau cuaca berawan tebal. Tenaga angin pun memiliki dependensi pada kecepatan angin yang berfluktuasi sesuai cuaca dan iklim, sama halnya…