Belajar dari Semesta untuk Alam Indonesia

Perempuan dalam Transisi Energi

Suara Orang Muda untuk Mitigasi Krisis Iklim

Pesan dari Madrid untuk Masa Depan Penurunan Emisi di Indonesia

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari India dalam Mendorong Energi Terbarukan?

Mengenal Virtual Power Plant, Energi Terbarukan 4.0

Kenapa Energi Terbarukan?

Energi terbarukan merupakan energi dari sumber daya alam yang pada hakikatnya tidak akan pernah habis dan mampu terisi kembali melalui proses alami dalam kurun waktu yang pendek dibandingkan dengan masa hidup manusia. Terdapat beberapa jenis sumber energi terbarukan yang bisa dikembangkan di Indonesia, antara lain surya/solar, hidro, angin/bayu, panas bumi, bioenergi, serta gelombang laut.

Kenapa energi terbarukan bermanfaat bagi Indonesia?

Ketersediaan energi merupakan elemen yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia, dan menjadi kebutuhan mutlak untuk menunjang pembangunan berkelanjutan. Tantangannya bagi Indonesia adalah bagaimana Indonesia bisa mengantisipasi ketergantungannya pada energi fosil dengan secara simultan juga mengembangkan sumber energi terbarukan.

Energi fosil Indonesia (batu bara, minyak bumi, dan gas alam) bukan lah energi terbarukan. Dengan eksploitasi yang ada sekarang dan tidak diikuti dengan eksplorasi baru yang signifikan, maka cadangan dalam negeri untuk energi fosil makin menipis dan akan segera habis. Di sisi lain, potensi energi terbarukan di Indonesia sangat berlimpah, dan potensinya berbeda-beda di setiap daerah. Pemanfaatan energi terbarukan yang masih terbatas perlu didorong lebih agresif dengan berbagai terobosan, seperti terobosan kebijakan, pendanaan, teknologi, dan sumber daya manusia, karena energi adalah hajat hidup kita semua dan energi terbarukan akan membuat pembangunan berkelanjutan menjadi lestari.

Dalam pengembangannya, walaupun energi terbarukan lebih ramah lingkungan daripada energi fosil, tetap diperlukan adanya kerangka pengaman (safeguard) untuk memastikan dampak lingkungan dan jejak karbonnya minimal.

Potensi energi terbarukan di Indonesia?

Berdasarkan data di bawah ini, potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 866 GW. Sementara itu, pemanfaatannya pada tahun 2015 baru mencapai 8.78 GW atau sekitar 1% dari potensi yang ada.

Kenapa kita harus mendukung energi terbarukan mulai sekarang?

Karena isu energi terbarukan menjadi bagian dalam penanggulangan perubahan iklim yang menjadi ancaman terbesar dunia, dan inisiatifnya sudah berjalan dimana-mana.

Aksi Kami

Kampanye & Koalisi

Kampanye & Koalisi

Kami melakukan penyadartahuan dan memobilisasi upaya publik untuk orang muda tentang energi terbarukan dikaitkan dengan isu-isu yang sedang tren dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga berkoalisi dengan organisasi masyarakat sipil lain dalam #BersihkanIndonesia dan #Golhut (Golongan Hutan)
Advokasi

Advokasi

Mendorong upaya percepatan pengembangan energi terbarukan agar Indonesia berhasil mencapai target bauran energi terbarukan dalam bauran energi nasional.  

Kabar Koaksi

Belajar dari Semesta untuk Alam Indonesia
© Irwan Citrajaya/Koaksi Indonesia

Belajar dari Semesta untuk Alam Indonesia

Pada akhir Januari 2020 lalu, sebuah film dokumenter yang apik berjudul Semes7a (dibaca Semesta) tayang secara terbatas di berbagai bioskop tanah air. Sejauh ini, Semesta berhasil dinominasikan sebagai Film Dokumenter
Perempuan dalam Transisi Energi
© endriq007/Freepik

Perempuan dalam Transisi Energi

Penulis: Yessi Febrianty, Koaksi Indonesia Sektor energi seringkali dianggap sebagai ‘wilayah laki-laki’. Jarang sekali peran perempuan muncul dan mendapat sorotan sebagai aktor dalam sektor energi, terutama di Indonesia. Padahal, perempuan

Kegiatan Koaksi

Koaksi Dalam Berita

Koaksi Indonesia: Biodiesel Bisa Turunkan Emisi Gas Buang

Koaksi Indonesia: Biodiesel Bisa Turunkan Emisi Gas Buang

TEMPO.CO, Jakarta – Koaksi Indonesia, organisasi nirlaba program pembangunan berkelanjutan, melakukan studi mengenai Dinamika Hulu-Hilir Industri Biodiesel di Indonesia. Berdasarkan studi tersebut, Koaksi Indonesia mengusulkan beberapa langkah strategis untuk pengembangan dan penguatan industri biodiesel.
Survei Koaksi: Milenial rela bayar listrik EBT lebih mahal

Petugas memeriksa panel surya (Solar Cell) di gedung ESDM, Jakarta, Rabu (2/3). Manfaat pengunaan panel surya untuk industri dapat menghemat energi serta biaya ketika puncak beban listrik tinggi di siang hari dan juga menurunkan emisi dari yang sebelumnya mengonsumsi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau berbasis batubara. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz/16

Survei Koaksi: Milenial rela bayar listrik EBT lebih mahal

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Keinginan masyarakat untuk beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT) sangat besar. Mereka bahkan rela membayar listrik lebih mahal bila bersumber dari energi yang bersih. Secara spesifik, matahari dan

Media Sosial Koaksi Indonesia

Youtube

Twitter

Facebook