Kami melakukan penyadartahuan dan memobilisasi upaya publik, terutama orang muda berusia 17 – 40 tahun, tentang energi terbarukan dikaitkan dengan isu-isu yang sedang hangat dibicarakan atau menjadi tren dalam kehidupan sehari-hari.

 

Orang Muda dan Energi Terbarukan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah orang muda Indonesia pada tahun 2015 mencapai 62,4 juta jiwa, atau sekitar 25 persen dari total jumlah penduduk Indonesia[1]. Sedangkan, jumlah usia produktif Indonesia (usia 15 – 64 tahun) mencapai 70 persen[2]. Hingga tahun 2045, atau usia kemerdekaan Indonesia ke-100, diproyeksikan jumlah usia produktif di Indonesia akan paling tinggi dibandingkan dengan segmentasi usia yang lain. BPS juga mengatakan bahwa sekitar 49,7% tertarik pada isu lingkungan hidup. Isu-isu popular lain yang selalu terpikir oleh mereka adalah isu peluang pekerjaan, aksi kolaboratif, kesehatan, dan budaya. Membicarakan isu energi terbarukan akan sangat berpotensi mendapatkan perhatian bila dikaitkan dengan peluang pekerjaan yang menjunjung prinsip ramah lingkungan atau pembangunan berkelanjutan (baca: green jobs dan sustainable development).

Perludem (Perkumpulan Orang Muda untuk Pemilu dan Demokrasi) menyatakan bahwa angka pemilih pertama dan pemilih muda di Pemilu 2019 mencapai 14 juta orang. Angka masif ini menjadi target strategis kandidat calon presiden dan wakil presiden untuk memenangkan suara. Menambahkan usia 35 tahun dan 40 tahun, maka angka tersebut meningkat menjadi 79 juta orang dan 100 juta orang.

Melibatkan dan memperkuat kualitas kelompok masyarakat muda dan usia produktif yang menjadi penggerak perubahan akan sangat strategis untuk pembangunan berkelanjutan. Mereka adalah sosok yang dinamis, berpengetahuan, terampil, mutakhir, dan berintegritas, terutama karena yang dibutuhkan adalah adalah terobosan dalam pola bisnis dan konsumsi.

 

Sasaran Kampanye #EnergiMuda

  1. Orang muda memahami perlunya terobosan dalam pengembangan energi terbarukan melalui penyampaian informasi yang memadai dan didukung materi kampanye menarik
  2. Orang muda termotivasi untuk turut ambil bagian dalam pengembangan energi terbarukan, misalnya melalui kesediaan mereka terjun ke green jobs atau menjadi praktisi
  3. Orang muda melihat kesempatan besar dan menjadikan media sosial untuk berbagi informasi dan menyampaikan pendapat terkait masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan dengan energi terbarukan.

 

Pendekatan Kampanye #EnergiMuda

  1. Diskusi publik inspiratif yang kreatif, relevan/trendi, dan interaktif
  2. Berkolaborasi dengan komunitas, media massa, dan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai isu dan menjadi champions untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan jumlah pelibatan massa dari berbagai segmentasi dan kalangan.

 

Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan

Setiap individu dapat menjadi #EnergiMuda bagi diri sendiri untuk mendukung kampanye, antara lain dengan melakukan beberapa hal ini:

  1. Memastikan penggunaan energi secara efisien di rumah dan lokasi berkegiatan (sekolah, kampus, atau kantor)
  2. Mengupayakan dan memastikan penggunaan peralatan elektronik hemat energi di rumah dan lokasi berkegiatan
  3. Mencari tahu dan mendukung inisiatif pengembangan energi terbarukan yang ada di kota tempat tinggal kita atau di mana saja, baik diinisiasi oleh pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, hingga level masyarakat
  4. Berpartisiasi dalam kegiatan dan menyebarkan pesan kampanye energi terbarukan dan gaya hidup rendah emisi
  5. Mengembangkan kegiatan kampanye secara mandiri dalam lingkup keluarga dan jejaring terdekat.

[1] http://edukasi.kompas.com/read/2015/04/28/11491251/Menunggu.Kiprah.Anak-anak.Muda.yang.Jumlahnya.Makin.Gemuk.

[2] http://lipi.go.id/berita/jumlah-usia-produktif-besar-indonesia-berpeluang-tingkatkan-produktivitas/15220