Koaksi Indonesia | 20 January 2022

Sebagai produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia, Indonesia juga berpotensi memiliki industri biofuel terbesar di dunia. Biodiesel telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 2006 dan bauran B30 diresmikan pada akhir tahun 2020. Dengan pencapaian yang ambisius tersebut, terdapat tantangan dan kekhawatiran mengenai permintaan CPO yang masih dinilai tidak ramah lingkungan dan sosial, juga dipertanyakan tata kelola baiknya. Industri biodiesel membutuhkan kerangka pengaman yang dapat menjamin aspek keberlanjutan. Sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dapat menjadi jawaban dalam meminimalkan risiko lingkungan dan sosial, serta dampak saat ini dan masa depan. Dengan kertas kerja ini, Coaction Indonesia ingin menjelaskan langkah-langkah strategis yang harus didorong agar ISPO menjadi kendaraan untuk transisi energi menuju energi terbarukan yang berkelanjutan: (1) meningkatkan peran pekebun swadaya melalui pendekatan bertahap (Stepwise Approach for Independent Smallholders), (2) penguatan dan harmonisasi Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Moratorium Kelapa Sawit, (3) meningkatkan standar ISPO di seluruh rantai pasok industri BBN, dan (4) meningkatkan keterlibatan multi-stakeholder.

Langkah Strategis ISPO dalam Transisi Energi Program BBN Nasional: Tinjauan Perspektif Sektor Lahan dan Pekebun Swadaya
Langkah Strategis ISPO dalam Transisi Energi Program BBN Nasional: Tinjauan Perspektif Sektor Lahan dan Pekebun Swadaya