Bukan Cuma Energi Terbarukan, “Green Jobs” Cakup Semua Sektor

Pekerjaan hijau atau green jobs tak hanya terbatas pada sektor energi terbarukan saja, melainkan mencakup berbagai hal. Manajer Kebijakan dan Advokasi Koaksi Indonesia Azis Kurniawan menjelaskan, green jobs merupakan pekerjaan layak dan ramah lingkungan. Green jobs meliputi semua sektor contohnya pekerja di manufaktur, konstruksi, perkantoran hijau, usaha konstruksi hijau, gedung ramah lingkungan, dan lain sebagainya.…

Mengenal Green Jobs, Pekerjaan yang Beri Dampak Baik ke Lingkungan

Beralih ke green jobs menjadi langkah penting bagi pekerja untuk turut menanggulangi krisis iklim. Proyeksi Bappenas dan UNDP menunjukkan peluang hingga 4,4 juta pekerjaan yang membutuhkan green skills pada 2030, menandakan meningkatnya kebutuhan akan green jobs di berbagai sektor. Coaction Indonesia atau Koaksi Indonesia menyerukan ajakan ini pada peringatan Hari Bumi, Senin 22 April 2024.…

Koaksi Indonesia Ajak Generasi Muda Beralih ke Green Jobs

Koaksi Indonesia mengajak para pekerja di sektor formal dan nonformal beralih ke pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs untuk menanggulangi dampak krisis iklim. Coaction Indonesia atau Koaksi Indonesia mengajak para pekerja di sektor formal dan nonformal beralih ke pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs untuk menanggulangi dampak krisis iklim. Bappenas dan United Nations Development Programme…

Transisi Energi Melalui Koperasi Hijau: Peluang Penyerapan Green Jobs di Kawasan Rural

Aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim penting untuk dilakukan di kawasan rural seperti perdesaan dan pesisir. Sebab masyarakat di kawasan rural seperti petani, peternak, dan nelayan menjadi yang paling terdampak dari krisis iklim. Untuk mitigasi perubahan iklim di kawasan rural, salah satu upaya yang diusung Yayasan Rumah Energi (YRE) adalah dengan Koperasi Hijau. Gerakan Koperasi…

Prakerja Siapkan Sejumlah Pelatihan untuk Penuhi Kebutuhan Green Job

Ekonomi Indonesia terus melakukan transisi menjadi ekonomi hijau. Perubahan ini menghadirkan kebutuhan baru di sektor tenaga kerja yang ramah lingkungan (green job) sehingga butuh keahlian yang baru (green talent). Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari mengungkapkan, pada 2030, kebutuhan green job diproyeksikan mencapai 4,4 juta. Karena itu, Program Kartu Prakerja terus beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satunya dengan membuat pelatihan green skills.