Green Jobs: Merangkul Masa Depan dengan Pekerjaan Ramah Lingkungan

Masih lekat di ingatan, tahun 2023 lalu, kita mengalami musim kemarau yang lebih menyengat daripada tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya itu, musim kemarau berlangsung lebih panjang hingga bulan November. Para ahli menyebut tahun 2023 sebagai tahun terpanas yang tercatat dalam sejarah. Suhu pada tahun lalu melebihi suhu pada periode mana pun, setidaknya dalam 100.000 tahun terakhir.

Prakerja Siapkan Sejumlah Pelatihan untuk Penuhi Kebutuhan Green Job

Ekonomi Indonesia terus melakukan transisi menjadi ekonomi hijau. Perubahan ini menghadirkan kebutuhan baru di sektor tenaga kerja yang ramah lingkungan (green job) sehingga butuh keahlian yang baru (green talent). Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari mengungkapkan, pada 2030, kebutuhan green job diproyeksikan mencapai 4,4 juta. Karena itu, Program Kartu Prakerja terus beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satunya dengan membuat pelatihan green skills.

Ekonomi Hijau Semakin Marak, Prakerja Menyiapkan Pelatihan Green Skills

Ekonomi Indonesia terus melakukan transisi menjadi ekonomi hijau. Perubahan ini menghadirkan kebutuhan baru di sektor tenaga kerja yang ramah lingkungan (green job) sehingga butuh keahlian yang baru (green talent). Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Purbasari mengungkapkan, pada 2030, kebutuhan green job diproyeksikan mencapai 4,4 juta. Karena itu, Program Kartu Prakerja terus beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satunya dengan membuat pelatihan green skills.

Green Jobs Peluang Kerja Masa Depan yang Ramah Lingkungan

Cuaca akhir-akhir ini terasa tidak menentu. Saat musim panas, panasnya terasa menembus lapisan kulit paling dalam. Kadang, saya merasa tidak kuat kalau terlalu lama beraktivitas di luar ruangan. Kondisi ini juga yang membuat saya sering berpikir beberapa kali jika ingin mengajak anak bermain di luar ruangan karena tidak tega kalau anak-anak tidak nyaman dengan udara yang terlalu panas. 

Green Jobs, Mendorong Peluang Pekerjaan Hijau dan Mempercepat Transisi Energi

Saya termasuk yang tidak selalu menyalakan air conditioner (AC) di rumah. Jika cuaca panas biasanya saya cukup menyalakan kipas angin dan buka jendela. Menyalakan AC sesekali jika benar-benar panas atau ketika ada tamu. Namun dalam satu tahun ini, saya sering menyalakan AC di rumah mengingat 80% saya bekerja di rumah. Panasnya sudah tidak biasa sehingga harus sering menyalakan mesin pendingin yang memakan energi dan biaya tidak sedikit.

Menjadi Duta Lingkungan Membuat Anak Makin Paham Green Jobs

Saat ini, anak saya berusia 10 tahun dan duduk di kelas 4 SD. Semakin hari banyak sekali pertanyaan yang kadang memang membuat saya harus lebih banyak berpikir untuk menjawab dengan baik. Tahu sendiri bagaimana kritisnya anak-anak sekarang, kan? Salah satu yang menjadi perhatian saya sebagai orang tua adalah cita-cita anak. Anak-anak kan memang harus diarahkan. Jadi, saya ingin dia menjadi seseorang dengan pekerjaan masa depan yang disukai. Tapi ya namanya anak-anak suka berubah-ubah, tinggal kita yang mengarahkan ke jalan yang benar.

Dimulai dari Rumah Mengajarkan Anak untuk Lebih Paham tentang Green Jobs

Sebelum masuk musim hujan di bulan ini, cuaca di Madiun terasa lebih panas. Bahkan, ketika jemput anak-anak sekolah, kulit terasa sakit terkena paparan sinar matahari. Anak-anak juga selalu terlihat lemas sepulang sekolah, sehingga mereka tidak mau pakai sepeda lagi. Di rumah sendiri memang banyak pepohonan, cuaca tidak terlalu panas, berbeda ketika mau ke luar kompleks, panasnya terasa sekali.